Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

KEBIASAAN MEROKOK

MEROKOK DI TEMPAT UMUM Merokok adalah suatu kebiasaan dari seseorang menghisap lintingan tembakau/ rokok. Rokok juga termasuk zat adiktif karena dapat menyebabkan adiksi (ketagihan) dan dependensi (ketergantungan) bagi orang yang menghisapnya.  Dalam sebatang rokok terkandung lebih dari 4000 jenis bahan kimia. Baik yang beracun maupun yang berakumulasi di dalam tubuh. Seperti Nikotin , Karbon monoksida (CO) , Tar , DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana , Aseton , Formaldehid , Kadmium , Arsenik , Ammonia , Polonium-210 , Hidrogen sianida , Vinil klorida , Naftalena. Dampak negatif yang disebabkan oleh merokok diantaranya caries, enfisema, pendengaran terganggu, kulit keriput, katarak, sariawan mulut, kerusakan paru, penyakit jantung, tukak lambung, kanker uterus, penyakit buerger dan infertilitas seseorang. Walaupun mengetahui dampak negatif yang diakibatkan dari merokok namun hal tersebut masih kerap dilakukan. Salah satu perilaku buruk seorang perokok aktif ialah

Pemuda dan Sosialisasi

Pemuda dan Sosialisasi   Masa remaja adalah masa transisi dan secara psikologis sangat problematis, masa ini memungkinkan mereka dalam kondisi anomi; yaitu kondisi tanpa norma ataupun hukum, anomi muncul akibat keanekaragaman dan kekaburan norma, misalnya norma A yang ditanamkan dalam keluarga sangat bertentangan dengan norma B yang ia saksikan di luar lingkungan keluarga (Enoch Markum). Golongan manusia manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di Indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda. Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengauh yang besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup

INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT Pengertian Individu Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya “yang tak terbagi” yang artinya adalah suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu adalah seseorang yang tidak hanya memiliki peranan khas dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga memiliki kepribadian tersendiri. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya ada tiga, yaitu: menyimpang dari norma, takluk terhadap kolektif dan mempengaruhi sekitar seperti halnya pahlawan ataupun pengacau. Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat yang menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai